اذا لم تجد ما تبحث عنه يمكنك استخدام كلمات أكثر دقة.
Mungkin tak terhitung, berapa banyak ungkapan popular yang diucapkan para dai, khatib, penceramah, ustadz, atau yang lainnya, diyakini sebagai hadits Rasulullah, namun setelah diteliti, ternyata ucapan tersebut bukan ucapan baginda, bahkan sama sekali tidak ada kaitannya dengan baginda.
Ungkapan-ungkapan seperti ini banyak, beredar dari mulut ke mulut, dan dinukil dari satu Mungkin tak terhitung, berapa banyak ungkapan popular yang diucapkan para dai, khatib, penceramah, ustadz, atau yang lainnya, diyakini sebagai hadits Rasulullah, namun setelah diteliti, ternyata ucapan tersebut bukan ucapan baginda, bahkan sama sekali tidak ada kaitannya dengan baginda.
Ungkapan-ungkapan seperti ini banyak, beredar dari mulut ke mulut, dan dinukil dari satu kitab ke kitab lainnya. Hal ini tentu dapat mengancam kemurnian ajaran agama, dan melecehkan peribadi Rasulullah yang mulia.
Apalagi kalau sengaja diniatkan untuk menodai kemuliaannya. Tentu, lebih berbahaya! Rasulullah telah bersabda, " Barangsiapa yang berbuat dusta terhadap saya dengan sengaja, maka bersiap-siaplah ia menempati tempat duduknya dari api neraka."(HR Al-Bukhari dan Muslim)
Ungkapan-ungkapan popular tersebut boleh jadi sangat menarik maknanya, dan mungkin sejalan dengan kandungan hadits Rasulullah yang berkaitan dengannya. Tetapi hal itu bukan lantas kita dibenarkan untuk menisbatkannya kepada baginda, kerana hal itu bererti dusta dan tentu bertentangan dengan ajaran agama.
Oleh kerana itu buku yang ada di hadapan anda ini berusaha untuk mengkaji fenomena tersebut agar dapat menjadi rujukan berharga, sehingga anda terjaga dari menisbatkan ucapan kepada yang bukan empunya, apalagi kepada Rasulullah yang mulia.